Ketua KOPRI PMII Guluk-Guluk, Arini Najaya: Kepemimpinan Yang Menghilang, Kader Kehilangan Sosok Ibu

Guluk-Guluk, 16 September 2024 – Kepemimpinan Arini Najaya sebagai Ketua KOPRI PMII Guluk-Guluk kini tengah menjadi sorotan dan menuai berbagai kritik pedas dari para kader. Sejumlah kader mengungkapkan kekecewaannya karena merasa kehilangan sosok pemimpin yang seharusnya menjadi panutan, motivator, sekaligus pelindung bagi organisasi.

Selama masa kepemimpinannya, Arini disebut kerap menghilang dari berbagai kegiatan organisasi, baik formal maupun non-formal. Hal ini menyebabkan kader merasa kurang terarah dan kehilangan figur seorang pemimpin yang mereka anggap sebagai "ibu" dalam organisasi. Arini yang seharusnya berperan sebagai pengayom dan pembimbing bagi kader perempuan, dianggap gagal dalam memenuhi ekspektasi tersebut.

"Saat ini, KOPRI seperti berjalan tanpa arah. Kami kehilangan figur seorang pemimpin yang seharusnya hadir di tengah-tengah kami, memberikan arahan dan semangat. Bagaimana mungkin organisasi bisa berkembang jika ketuanya sendiri tidak hadir?" ungkap salah satu kader KOPRI yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, beberapa kader juga mengeluhkan minimnya program kerja yang terarah serta lemahnya koordinasi di antara sesama anggota KOPRI PMII. Hal ini dianggap menjadi salah satu indikasi bahwa kepemimpinan Arini Najaya kurang efektif dan tidak mampu memberikan dampak positif bagi organisasi.

"Kami butuh sosok yang kuat, sosok yang bisa kita jadikan teladan dan motivasi. Sayangnya, saat ini kami hanya merasa kehilangan dan bingung harus bagaimana melanjutkan roda organisasi," tambah kader lainnya.

Berbagai kritikan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Arini Najaya dan pengurus KOPRI PMII Guluk-Guluk lainnya. Para kader berharap adanya perubahan nyata dan perbaikan dalam kepemimpinan yang lebih solid, dengan kehadiran pemimpin yang tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga mampu membimbing, mengayomi, dan menggerakkan organisasi ke arah yang lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaderisasi di Rel Salah: Ketika Birokrasi Menumpulkan Intelektual, dan KOPRI Hilang Tanpa Jejak

Tapak Tilas Pergerakan; Dari sejarah Menuju Gerakan

Pelantikan Raya Pengurus Rayon PMII komisariat Guluk-Guluk; Momentum Baru Perjuangan Kader