Tetesan hujan
Tetesan hujan Pagi sekali Gerak nadi langit telah kukenal Percikan gerimis menyapa Antara aroma remahan tanah nan membasah Sejuta duka cita telah menjumpai Semesta tak lagi mampu menahan tangis Tak ada lagi canda Betapa sulitnya menahan lajunya Raungan pecah mengagetkan bumi pertiwi Kang santri, beranjak menyandang rindu Pada penampilan Disekitar mentari Andai saja mampu Menghalau lajunya waktu Tak bersumpah untuk membenci Kuatlah hatiku Air hujan memberi kehidupan Bisikku menenangkan hati Syahrir R. Pustakawan Sma Annuqayah Nyantri Di Pondok Pesantren Annuqayah Latee Mahasiswa Universitas Annuqayh Prodi Ekonomi Syari’ah