Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

Ekonomi Pendidikan: Investasi atau Beban? Menakar dampak anggaran pendidikan.

Gambar
Ekonomi Pendidikan: Investasi atau Beban? Menakar dampak anggaran pendidikan. Rabu, 18 Juni 2025 Musholla Kuba, PP Annuqayah Kusuma Bangsa _ Komunitas Pembaca Kilat (KPK) kembali menggelar edisi spesial diskusi bertajuk “Ekonomi Pendidikan: Investasi atau Beban? Menakar Dampak Anggaran Pendidikan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu malam 18 Juni 2025, bertempat di Musholla Kuba, PP Annuqayah Kusuma Bangsa dan dihadiri oleh kader PMII dan para santri. Berbeda dari diskusi KPK pada umumnya, edisi kali ini menghadirkan ruang dialektika yang lebih tajam dan mendalam. Fokus tidak lagi sebatas pada ulasan bacaan pribadi, tetapi memperluas wawasan dengan menggali gagasan dari narasumber yang kompeten dan inspiratif. Hadir sebagai pemateri utama, Sahabat Ahlatul Karimah, Koordinator Gen-Z Kecamatan Kangayan, menyampaikan pemaparan bernas terkait urgensi melihat pendidikan sebagai sebuah investasi jangka panjang, bukan beban anggaran. Beliau menyoroti bagaimana pengelolaan anggaran pendidik...

Kaderisasi di Rel Salah: Ketika Birokrasi Menumpulkan Intelektual, dan KOPRI Hilang Tanpa Jejak

Gambar
      Dalam idealitasnya, PMII adalah laboratorium intelektual dan ruang perjuangan nilai. Namun dalam praksis kekinian, justru kita menyaksikan sebuah kemunduran sistematis. Ruang-ruang kaderisasi intelektual hari ini bukan dibangun oleh struktur resmi seperti rayon dan komisariat, tetapi justru ditopang oleh inisiatif angkatan yang saling menopang di tengah kevakuman struktural.     Sementara kader satu angkatan berjibaku menjaga api intelektual agar tidak padam mengadakan kajian, diskusi, hingga mendampingi kader-kader baru, struktur organisasi lebih sibuk menjaga citra, memburu posisi, dan merawat kepentingan. Rayon dan komisariat yang semestinya menjadi penopang utama kaderisasi, kini kehilangan orientasi. Mereka lebih aktif saat momen konferensi, tetapi pasif dalam proses kaderisasi.     Nasib kader PMII seperti berada di rel kereta yang salah bergerak, tapi tak tahu ke mana arah. Masinisnya adalah para pemegang birokrasi yang kehilangan kompas...

Marwah yang Terkikis: Kaderisasi di Persimpangan Jalan

Gambar
  Marwah yang Terkikis: Kaderisasi di Persimpangan Jalan       Di tubuh organisasi kemahasiswaan berbasis nilai, seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), kaderisasi sejatinya adalah urat nadi. Ia bukan sekadar rutinitas seremonial atau administrasi kelembagaan, melainkan ruang pembentukan watak, intelektualitas, dan keberpihakan kader terhadap problem rakyat. Namun, hari ini kita menyaksikan sebuah kenyataan getir: marwah kaderisasi di tingkat rayon kian menghilang. Ia tidak lagi tegak berdiri sebagai fondasi organisasi, melainkan terpuruk di tengah amburadulnya internal komisariat yang disetir oleh kepentingan senior yang enggan melepaskan kuasa.      Rayon adalah titik mula proses kaderisasi. Di sinilah kader mengenal ideologi organisasi, belajar berpikir kritis, berdialektika, dan berproses menjadi pemimpin. Tapi kini, banyak rayon kehilangan fungsi tersebut. Agenda pengkaderan menjadi formalitas tahunan. Tidak ada kesinambungan proses...