Postingan

Mahasiswa Aktif: Kuliah Jalan, Organisasi Aman

 Mahasiswa Aktif: Kuliah Jalan, Organisasi Aman Mahasiswa tidak hanya diposisikan sebagai individu yang mengejar capaian akademik semata, tetapi juga sebagai agen intelektual yang dituntut memiliki kemampuan sosial, kepemimpinan, serta kepekaan terhadap dinamika masyarakat. Namun demikian, masih berkembang anggapan bahwa keaktifan dalam organisasi mahasiswa dapat mengganggu prestasi akademik. Penulis berpandangan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat, karena perkuliahan dan organisasi pada dasarnya dapat berjalan secara seimbang dan saling menguatkan apabila dikelola dengan baik. Pada hakikatnya, kegiatan akademik dan organisasi bukanlah dua aktivitas yang saling bertentangan. Perkuliahan berperan dalam mengembangkan kemampuan intelektual dan keilmuan mahasiswa, sedangkan organisasi mahasiswa menjadi ruang pembelajaran nonformal yang melatih keterampilan manajerial, komunikasi, kerja sama tim, serta kepemimpinan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang aktif d...
Gambar
Kantin SABU: Kaderisasi Bukan Doktrinasi, Menghidupkan Nalar Kritis dalam Gerakan PMII PMII Rayon Said Budairi kembali menghidupkan tradisi intelektual melalui kegiatan KANTIN SABU (Kajian Rutin Said Budairi), sebuah ruang dialektika yang menjadi wadah kader untuk bertukar pikiran dan memperdalam nilai-nilai ke-PMII-an. Pada kesempatan kali ini, tema yang diangkat adalah “Kaderisasi Bukan Doktrinasi: Menghidupkan Nalar Kritis dalam Gerakan PMII.” Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menegaskan kembali makna kaderisasi dalam tubuh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Bahwa kaderisasi sejatinya bukan proses membentuk keseragaman berpikir atau kepatuhan buta terhadap struktur, melainkan upaya membangun kesadaran kritis dan kemandirian intelektual setiap kader. Dalam ruang Kantin SABU, para kader diajak berdiskusi secara terbuka tentang bagaimana PMII seharusnya menjadi gerakan yang membebaskan, bukan membelenggu. Kaderisasi tidak boleh dimaknai sebagai proses penyeragaman ideo...

Tapak Tilas Pergerakan; Dari sejarah Menuju Gerakan

Gambar
Tapak Tilas Pergerakan; Dari sejarah Menuju Gerakan  Dalam rangka menumbuhkan kembali semangat perjuangan dan meneguhkan nilai-nilai ke-PMII-an di kalangan kader muda, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Said Budairi menggelar kegiatan Tapak Tilas Pergerakan. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan, diikuti oleh seluruh kader aktif yang turut hadir memberikan inspirasi perjuangan. Tapak Tilas Pergerakan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum refleksi dan peneguhan jati diri kader PMII. Melalui kegiatan ini, para kader diajak menyusuri jejak perjuangan pendiri dan tokoh-tokoh PMII Komisariat guluk-guluk (Alm, k A warits Ilyas ), Untuk mengenal lebih dalam sejarah panjang pergerakan, serta meneladani nilai-nilai perjuangan yang berlandaskan Aswaja an-Nahdliyah. Kegiatan ini diawali dengan Tawassul, pembacaan Tahlil dan surah Yasin, serta sambutan dari Ketua Rayon PMII Said Budairi ( Sahabat Ahmad jailani ) Dalam sambutannya,...

Pelantikan Raya Pengurus Rayon PMII komisariat Guluk-Guluk; Momentum Baru Perjuangan Kader

Gambar
Pelantikan Raya Pengurus Rayon PMII Komisariat Guluk-Guluk; Makompak sakancaan,  Manyettong Pekkeran; Abhadhi Rayon Se lebbih Mapan". Sumenep – Pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Guluk-Guluk resmi dilantik pada Sabtu 04, Oktober, 2025 bertempat di MWC NU Lenteng. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan penuh semangat, dengan dihadiri oleh jajaran pengurus Cabang, komisariat, serta kader PMII dari berbagai rayon di lingkungan Komisariat Guluk-Guluk. “Aliansi 4 Rayon berkomitmen untuk menjadikan Rayon PMII Komisariat Guluk-Guluk sebagai ruang belajar, berproses, dan wadah bagi mahasiswa. Semoga kepengurusan ini bisa membawa warna baru dalam pergerakan, serta semakin kokoh menjaga nilai-nilai Aswaja dan kebangsaan,”  Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari Pengurus Komisariat PMII Guluk-Guluk turut memberikan arahan agar Rayon tetap menjaga solidaritas, memperkuat basis intelektual, serta menjadi garda terdepan dalam mengawal isu-isu sosia...

Ekonomi Pendidikan: Investasi atau Beban? Menakar dampak anggaran pendidikan.

Gambar
Ekonomi Pendidikan: Investasi atau Beban? Menakar dampak anggaran pendidikan. Rabu, 18 Juni 2025 Musholla Kuba, PP Annuqayah Kusuma Bangsa _ Komunitas Pembaca Kilat (KPK) kembali menggelar edisi spesial diskusi bertajuk “Ekonomi Pendidikan: Investasi atau Beban? Menakar Dampak Anggaran Pendidikan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu malam 18 Juni 2025, bertempat di Musholla Kuba, PP Annuqayah Kusuma Bangsa dan dihadiri oleh kader PMII dan para santri. Berbeda dari diskusi KPK pada umumnya, edisi kali ini menghadirkan ruang dialektika yang lebih tajam dan mendalam. Fokus tidak lagi sebatas pada ulasan bacaan pribadi, tetapi memperluas wawasan dengan menggali gagasan dari narasumber yang kompeten dan inspiratif. Hadir sebagai pemateri utama, Sahabat Ahlatul Karimah, Koordinator Gen-Z Kecamatan Kangayan, menyampaikan pemaparan bernas terkait urgensi melihat pendidikan sebagai sebuah investasi jangka panjang, bukan beban anggaran. Beliau menyoroti bagaimana pengelolaan anggaran pendidik...

Kaderisasi di Rel Salah: Ketika Birokrasi Menumpulkan Intelektual, dan KOPRI Hilang Tanpa Jejak

Gambar
      Dalam idealitasnya, PMII adalah laboratorium intelektual dan ruang perjuangan nilai. Namun dalam praksis kekinian, justru kita menyaksikan sebuah kemunduran sistematis. Ruang-ruang kaderisasi intelektual hari ini bukan dibangun oleh struktur resmi seperti rayon dan komisariat, tetapi justru ditopang oleh inisiatif angkatan yang saling menopang di tengah kevakuman struktural.     Sementara kader satu angkatan berjibaku menjaga api intelektual agar tidak padam mengadakan kajian, diskusi, hingga mendampingi kader-kader baru, struktur organisasi lebih sibuk menjaga citra, memburu posisi, dan merawat kepentingan. Rayon dan komisariat yang semestinya menjadi penopang utama kaderisasi, kini kehilangan orientasi. Mereka lebih aktif saat momen konferensi, tetapi pasif dalam proses kaderisasi.     Nasib kader PMII seperti berada di rel kereta yang salah bergerak, tapi tak tahu ke mana arah. Masinisnya adalah para pemegang birokrasi yang kehilangan kompas...

Marwah yang Terkikis: Kaderisasi di Persimpangan Jalan

Gambar
  Marwah yang Terkikis: Kaderisasi di Persimpangan Jalan       Di tubuh organisasi kemahasiswaan berbasis nilai, seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), kaderisasi sejatinya adalah urat nadi. Ia bukan sekadar rutinitas seremonial atau administrasi kelembagaan, melainkan ruang pembentukan watak, intelektualitas, dan keberpihakan kader terhadap problem rakyat. Namun, hari ini kita menyaksikan sebuah kenyataan getir: marwah kaderisasi di tingkat rayon kian menghilang. Ia tidak lagi tegak berdiri sebagai fondasi organisasi, melainkan terpuruk di tengah amburadulnya internal komisariat yang disetir oleh kepentingan senior yang enggan melepaskan kuasa.      Rayon adalah titik mula proses kaderisasi. Di sinilah kader mengenal ideologi organisasi, belajar berpikir kritis, berdialektika, dan berproses menjadi pemimpin. Tapi kini, banyak rayon kehilangan fungsi tersebut. Agenda pengkaderan menjadi formalitas tahunan. Tidak ada kesinambungan proses...