Ketua Rayon PMII Guluk-guluk Kritik Keras Ketua Cabang Sumenep: Lebih Mementingkan Kongres daripada Kaderisasi

 


    *Sumenep, 17 Agustus 2024*– Ketua Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Guluk-guluk, Abd Hafidz Ulil Abshar, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan Agus Salim, Ketua Cabang PMII Sumenep, yang dinilai telah menurunkan marwah organisasi. Hafidz menilai kepemimpinan Agus Salim telah membawa PMII Sumenep ke arah kemunduran, khususnya dalam aspek kaderisasi dan peran organisasi dalam menyalurkan aspirasi masyarakat.

Sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan dan pemuda terbesar di Kabupaten Sumenep, PMII kini menghadapi penurunan kualitas yang signifikan dalam proses kaderisasi dan minimnya kontrol terhadap isu-isu sosial yang krusial di daerah tersebut. Menurut Hafidz, hal ini terjadi akibat ketidakmampuan Agus Salim dan jajarannya dalam menjalankan tugas-tugas penting organisasi.

"PMII Cabang Sumenep di bawah kepemimpinan Agus Salim telah gagal total. Kaderisasi mandek, gerakan organisasi seperti mati suri," tegas Hafidz dalam pernyataannya.

Hafidz juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan Ketua Umum dan Badan Pengurus Harian (BPH) PMII Sumenep yang lebih memilih untuk menghadiri kongres di Palembang, Sumatera Selatan, daripada fokus pada kegiatan kaderisasi dan penanganan isu-isu sosial di Kabupaten Sumenep.

"Lebih penting kongres daripada kegiatan di daerah sendiri," tambah Hafidz, menekankan bahwa keputusan tersebut menunjukkan prioritas yang salah dari para pemimpin PMII Sumenep.

Menanggapi kritik tersebut, Ketua I PC PMII Sumenep, Ali Makki, menjelaskan bahwa kehadiran pengurus cabang di kongres PB PMII di Palembang adalah bagian dari tanggung jawab organisasi. Namun, ia mengakui bahwa saat ini, di cabang Sumenep, hanya dirinya dan beberapa pengurus kaderisasi yang tetap berada di daerah, sementara Ketua Umum dan BPH lainnya sedang mengikuti kongres di Palembang.

"Di cabang hanya tinggal saya dan pengurus kaderisasi, sementara Ketua Umum beserta BPH lainnya sedang berada di Palembang," ungkap Makki.

Kritik keras ini menyoroti kemerosotan yang dialami PMII Sumenep di bawah kepemimpinan yang baru. Hafidz menegaskan bahwa Agus Salim dan jajarannya harus bertanggung jawab atas penurunan kualitas kaderisasi dan pelanggaran terhadap visi dan misi yang telah mereka janjikan kepada anggota dan masyarakat.

"Pengurus cabang harus bertanggung jawab atas ketidakbecusan ini," tutup Hafidz.

Dengan kritik ini, Hafidz berharap PMII Sumenep dapat kembali ke jalur yang benar dan memprioritaskan kaderisasi serta penanganan isu-isu sosial yang ada di Kabupaten Sumenep.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaderisasi di Rel Salah: Ketika Birokrasi Menumpulkan Intelektual, dan KOPRI Hilang Tanpa Jejak

Tapak Tilas Pergerakan; Dari sejarah Menuju Gerakan

Pelantikan Raya Pengurus Rayon PMII komisariat Guluk-Guluk; Momentum Baru Perjuangan Kader