Organisasi, Kader dan Kaderisasi
Organisasi, Kader dan Kaderisasi
Karya: Abd. Hafidz Ulil Abshar
Baik kader maupun kaderisasi keduanya memiliki kata dasar yang sama, semua dibutuhkan dalam mencapai visi-misi dan akan menentukan nasib tidaknya sebuah roda organisasi, Menurut Berliana Kartakusumah dalam buku Pemimpin Adiluhung: Genealogi Kepemimpinan Kontemporer (2006), "Kader adalah sekelompok orang yang terorganisasi secara terus-menerus dan menjadi tulang punggung bagi kesatuan kelompok yang lebih besar."
Seseorang bisa disebut sebagai kader jika mereka bergerak dan terbentuk dalam organisasi yang memiliki komitmen yang utuh punya standar tertentu sesuai yang ditetapkan organisasi. Karena sering kali kader dikaitkan dengan organisasi sosial, keagamaan, politik (partai politik), bahkan pemerintahan secara umum. Padahal jika dilansir dari buku “Mengasah Jiwa Kepemimpinan” (2021) oleh Masduki Duryat dan kawan-kawan, "Kaderisasi adalah upaya organisasi untuk mengaktualisasikan potensi manusia sesuai ideologi yang dimiliki, termasuk pengetahuan, sikap, dan keterampilan." Umumnya proses kaderisasi dilakukan oleh para kader hingga akhirnya membentuk gambaran organisasi yang jelas, selain itukaderisasi juga dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan organisasi lewat ideologi yang dipegangnya. Setidaknya ada dua perbedaan kader dan kaderisasi: Kader adalah orang atau pihak yang terlibat dalam organisasi. Sedangkan kaderisasi merupakan upaya organisasi untuk mengimplementasikan ideologi yang diusungnya Kader merupakan pelaku, sementara kaderisasi ialah aksinya. Untuk melakukan kaderisasi dibutuhkan seorang kader yang mumpuni.
Seseorang pernah mengatakan akan ada masa dimana suatu kelompok mengalami kemajuan dan juga akan mengalami masa keruntuhan, Kaderisasi merupakan usaha pembentukan seorang kader secara terstruktur dalam organisasi yang biasanya mengikuti suatu silabus tertentu. Kaderisasi dalam sebuah lembaga mutlak diperlukan dimana kaderisasi adalah sarana untuk membentuk kader yang akan melanjutkan regenerasi.Sistem kaderisasi dalam setiap lembaga pasti akan berbeda tergantung kebutuhan lembaga tersebut. Hal tersebut yang membuat setiap lembaga memiliki berbagai proses kaderisasinya masing-masing.Kaderisasi bukan hanya sebuah penanaman nilai dan kebiasaan dalam organisasi namun lebih dari itu kaderisasi merupakan sebuah proses panjang untuk membantu sumber daya manusia yang mumpuni agar mampu melanjutkan kegiatan organisasi selanjutya.
Dengan demikian kaderisasi berperan penting dalam regenerasi organisasi karena fungsi kaderisasi bukan hanya menjaring anggota dan membuat anggota memahami nilai nilai organisasi namun juga kaderisasi membuat anggota siap dan mampu untuk meneruskan kepengurusan selanjutnya dengan sebaik mungkin.
Setiap masa akan mengalami permasalahan kesenjangan yang akut, terutama didalam prinsip pengkaderan, sudah menjadi harga mati untuk melakukan agenda-agenda pengkaderan secara merata. Selaras dengan apa yang dikatakan Hasan Malawi, bahwa Bidang Kaderisasi "setiap orang pasti mempunyai keinginan dalam kontribusi nasional yang tidak hanya sebatas pada ruang internal suatu kelompok. Di ruang eksternal, apa yang menjadi pembahasan nasional, mesti terlibat sesuai dengan kapasitasnya," maka sebagai upaya dalam melakukan pengkaderan secara merata kita jangan hanya berhenti pada tataran formal, tetapi juga lanjut ke non formal.
Harus menguatkan ruang-ruang intelektual, baik khazanah turats pesantren, maupun keilmuan umum agar mampu menjadi indikator kemajuan ilmu pengetahuan," pentingnya kaderisasi tidak lain untuk mempertahankan nilai-nilai Aswaja Annahdliyah."Karena organisasi merupakan tubuh jadi kita, Sementara itu, situasi dan kondisi terkini, Pimpinan pusat dan pimpinan wilayah, katanya, harus membuat regulasi yang mendorong para kader untuk mengembangkan kapasitas pengetahuan, skill, dan ketakwaannya. Sedangkan pimpinan cabang yang mendukung dengan mempraktikkan regulasinya. "Bisa dikonkretkan dengan agenda-agenda semacam halaqoh, diskusi, bahtsul massail, pelatihan jurnalistik dan penelitian.


Komentar