Mengamati Bupati Sumenep, Pantaskah Dua Periode”

 


Mengamati Bupati Sumenep, Pantaskah Dua Periode”

Media SABU_Lewat Kantin Sabu sahabat-sahabat PMII Rayon Said Budairi (SABU)  peka terhadap keadaan sekitar dengan terus menggiring kadernya lewat berdiskusi, dengan tema  “Rekam Jejak Bupati Sumenep (Ahmad Fauzi) Pantaskah Dua periode” malam ahad 19/05 pada pukul 09:30 WIB tempat posko kunjungan PP. Annuqayah Lubangsa Timur (LATEE) yang langsung di moderatori sahabat Rizal Fadil.
“Saya mulai dari kata perkata dulu yaitu ‘rekam jejak’ menurut saya rekam jejak adalah perjalanan seseorang yang telah dilalui selama satu periode, dan itu kemudian bukan lantas tentang keburukan bupati tetapi tentang prestasi apa yang telah dicapai selama jabatannya, namun disisi lain kemaren aliansi bem sumenep melakukan demonstrasi mengenai kemiskinan yang masih banyak di masyarakat_red”  barangkali itu dulu sebagai pengantar dari saya alangkah lebih luasnya saya pasrahkan pada fasilitator Taufiqurrahman.
“Melihat dari pengamatan saya tentang rekam jejak bupati di kabupaten sumenep selaras dengan apa yang menjadi dengan visi/misi, bahkan saya sangat mengapresiasi kepada bupati selama perjalananya menjabat sebagai bupati telah banyak prestasi-prestasi yang telah dicapai_Red”  paparnya.
“Berbicara tentang rekam jejak bupati ada tiga poin penting menurut saya yaitu pendidikan, ekonomi, menejemen_Red” imbuhnya. 
Rizal juga menyatakan “sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri bahwa saya bukan dari sumenep tetapi cuma lama berada di sumenep jadi juga sedikit banyak tahu lah tentang keadaan sumenep, pertama saya bandingkan dengan kepemerintahan kabupaten pamekasan yang mana di rumah saya sebagai evaluasi bagi kabupaten sumenep, pemerintah menyediakan perpustakaan di suatu area mulai dari buku komik hingga buku-buku ilmiah, karena kata kak faik pendidikan paling baik yaitu dimulai dari yang kecil-Red” paparnya.
“saya sangat setuju dengan statement lek rizal tadi bahwa dalam melakukan perubahan ada dua yaitu dengan struktural dan dimulai dari bawah, artinya kurang istiqamah saja-Red” ungkapnya fasilitator.
Sahabat Ayeng juga berpendapat “kalo tadi sahabat-sahabat mengomentari dari pendidikan maka saya dari politik, pertama majunya bupati sumenep kenapa berani bertarung pada ranah politik, itu karena ada intervensi dari pihak lain, karena dapat dilihat dari ekonomi, pendidikan, budaya beliau kurang tahu menyeimbangkan sehingga kemaren aliansi mahasiswa sekabupaten menuntut_Red”
Sahabat Rofik “Bupati sumenep masih kurang memberi kenangan yang lebih seperti jalan yang lebih terasa pada masyarakat, barangkali bukan lantas kesalahan dari bupati sepenuhnya takutnya ada kalebun yang kurang bertanggung jawab_Redd”
Imam Zayadi “Setiap ada prestasi juga masalah itu yang disalahkan pasti yang diatas, pantaskah Fauzi dua periode menurut saya pantas jikalau tidak ada saingannya, terus yang kedua tentang ekonomi, suatu negara dalam meningkatkan ekonomi harus mandiri dan kemauan per individu seseorang, otoriter itu perlu tapi dalam keadaan tertentu, terus yang terakhir apakah benar pemegang kekuasaan tertinggi di kabupaten sumenep itu raja”
“bukan salah atau benar ya, tapi tapi yang saya ketahui ada orang-orang di balik bupati tidak mau kalah dengan wakilnya secara legalitas_Red” 
akhirnya diskusi berakhir karena waktu yang sudah tidak mendukung untuk diteruskan, hingga ditutup dengan pembacaan doa oleh sahabat Hafidz Ulil Abshar “mari kita bersama-sama membaca alfatihah kepada guru, pendiri, pelopor, senior PMII, orang tua lebih-lebih kepada muasis PP. Annuqayah ala hedihinniyeh al-fatihah”_(A.R_Red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaderisasi di Rel Salah: Ketika Birokrasi Menumpulkan Intelektual, dan KOPRI Hilang Tanpa Jejak

Tapak Tilas Pergerakan; Dari sejarah Menuju Gerakan

Pelantikan Raya Pengurus Rayon PMII komisariat Guluk-Guluk; Momentum Baru Perjuangan Kader