Pesantren dan Indonesia Emas 2045

Pesantren dan Indonesia Emas 2045
Karya: Rizal Fadil

 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) istilah pesantren adalah asrama tempat santri atau tempat murid-murid belajar mengaji dan sebagainya, pondok pesantren berasal dari kata santri, dengan awalan “pe” dengan akhiran kata “an” yang berarti tempat tinggal para santri. Sebagaimana Prof DR Mastuhu MEd, juga mendefinisikan pondok pesantren adalah lembaga tradisional islam dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran-ajaran agama islam (tafaqquh fi al-dîn), dengan menekankan bahwa moral agama Islam sangat penting yang nantinya dijadikan pedoman hidup bermasyarakat sehari-hari. 

 Dengan berkat kegigihan perjuangan kaum santri itu merupakan sebuah bentuk upaya mereka untuk merebut kembali dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang sudah tidak diragukan lagi, bahkan pemerintah memberikan penghargaan atas besarnya peran santri dalam mengawal lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan ditetapkannya Hari Santri pada setiap 22 Oktober yang didasari seruan resolusi jihad kaum santri dalam rangka mengingat-ingat kembali santri yang ikut mempertahankan kemerdekaan pada 22 Oktober 1945.

Untuk itu digelarnya Hari Santri Nasional yang ditetapkan Negara Indonesia pasti banyak menaruh harap dari generasi santri untuk juga ikut andil dan mewarisi semangat juang para santri terdahulu, dengan upaya berjuang mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang kita cita-citakan dan mewujudkan hasrat para pendiri bangsa dalam membangun negara yang adil dan makmur, yaitu Indonesia yang lebih maju dan sejahtera lagi.

Maka dari itu kemudian kita sebagai pewaris bangsa harus mencontoh kiprah K.H. Hasyim Asy’ari dan K.H. Ahmad Dahlan, karena dua tokoh santri tersebut selama semasa hidupnya tidak hanya gigih dalam berjuang melawan penjajah. Akan tetapi, beliau juga bisa mendirikan dua organisasi terbesar yakni Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Oleh sebab itu, kalau semisal mereka disebut sebagai mujahidin, artinya pejuang-pejuang yang melahirkan kemerdekaan, maka kita para santri juga harus bisa menjadi mujahidin sekalipun dalam bentuk yang lain untuk mewujudkan Indonesia emas tersebut, dengan itu santri harus terus menggiring kemakmuran bumi Indonesia dengan menguasai segala aktifitas kegiatan ekonomi misalnya melalui pertanian, perkebunan, pertambangan, dan kelautan. Karena kaum santri sangat diharapkan disamping menguasai bidang ilmu agama juga dituntut harus menguasai ilmu-ilmu pengetahuan dan teknologi, agar mampu mengelola berbagai sumber daya alam yang ada ditanah air.

Disamping itu pula yang seharusnya kita lakukan bagaimana sebisa mungkin untuk menjaga kesepakatan nasional yang ditanamkan oleh para pendiri bangsa dalam Pancasila UUD 1945 dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Karena negara ini berdiri berdasarkan kesepakatan nasional yang itu dari elemen seluruh bangsa dahulu kala dalam mengambil keputusan untuk penyusunan konstitusi Negara Republik Indonesia. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaderisasi di Rel Salah: Ketika Birokrasi Menumpulkan Intelektual, dan KOPRI Hilang Tanpa Jejak

Tapak Tilas Pergerakan; Dari sejarah Menuju Gerakan

Pelantikan Raya Pengurus Rayon PMII komisariat Guluk-Guluk; Momentum Baru Perjuangan Kader